Klaim Asuransi Rawat Inap Tidaklah Sulit, Berikut Caranya

Membekali diri dengan perlindungan asuransi rawat inap adalah cara terbaik untuk mengatasi resiko yang terjadi apabila Anda mengalami hal tidak terduga dan yang mengharuskan Anda untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Pilihan asuransi rawat inap pun kini semakin beragam. Selain itu, Anda juga harus tahu bagaimana cara klaimnya.

Langkah-Langkah Mudah Cara Klaim Pilihan Asuransi Rawat Inap

Saat kondisi tubuh Anda mengalami masalah, baik disebabkan oleh penyakit atau karena hal tidak terduga, dan membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit, mungkin banyak diantara Anda yang masih memikirkan tentang biaya yang harus dikeluarkan. Namun ini tidak akan terjadi jika sebelumnya Anda sudah memproteksi diri dengan memiliki asuransi khusus rawat inap.

Hal yang mungkin masih belum banyak diketahui masyarakat, terutama pengguna produk asuransi ini, adalah bagaimana klaim asuransinya. Kebanyakan masyarakat berpikir bahwa klaim asuransi pasti susah, ribet dan butuh waktu lama. Kenyataannya tidak semua demikian, apabila nasabah pemegang asuransi sudah mengikuti prosedurnya dengan benar. Berikut adalah gambaran proses klaimnya.

1. Lengkapi Dokumen yang Dibutuhkan

Melengkapi dokumen yang dibutuhkan adalah dasar yang harus dipatuhi oleh nasabah untuk bisa klaim asuransi rawat inap ini. Dokumen yang dibutuhkan diantaranya formulir klaim dari pihak perusahaan asuransi, fotokopi KTP pemegang polis dan tertanggung serta fotokopi KK.

Apabila klaim ini dilakukan untuk rawat inap karena kecelakaan, dibutuhkan dokumen tambahan berupa fotokopi SIM tertanggung. Sedangkan untuk klaim tertanggung yang sudah meninggal dunia, harus ada surat berita acara yang dikeluarkan oleh kepolisian.

2. Proses Klaim Rawat Inap Diajukan Maksimal 45 Hari Setelah Selesai Menjalani Rawat Inap

Untuk tertanggung yang habis melakukan perawatan intensif di rumah sakit karena penyakit tertentu atau karena kecelakaan, klaim asuransi baru bisa dilakukan setelah tertanggung selesai menjalani rawat inap. Batas waktu yang ditentukan adalah 45 hari sejak selesai menjalani rawat inap dengan menyertakan dokumen-dokumen, diantaranya:

• Dokumen-dokumen umum sebagaimana yang sudah disebutkan dalam poin nomor 1.
• Surat keterangan dokter disertai dengan formulir yang sudah disediakan oleh pihak perusahaan penyedia asuransi.
• Rincian biaya pengobatan secara rinci.
• Fotokopi bukti pembayaran perawatan yang sebelumnya sudah dilegalisir.
• Salinan resep obat yang diresepkan dokter.
• Tagihan pajak, dibutuhkan apabila tertanggung menjalani pengobatan di rumah sakit yang berada di luar negeri.

Dari penjelasan di atas, mungkin Anda berpikir jika dokumen yang dibutuhkan untuk melakukan klaim asuransi ini cukup banyak. Namun kenyataannya prosesnya tidak sesulit yang dibayangkan jika Anda mengikuti prosedurnya dengan benar. Apalagi pihak rumah sakit juga pastinya akan membantu karena sudah berpengalaman menangani hal yang demikian ini.

Dengan pilihan asuransi rawat inap yang tepat dan memahami bagaimana prosedur serta proses klaimnya, Anda kini tidak perlu khawatir lagi dengan biaya pengobatan jika Anda harus menjalani rawat inap. Lamanya uang klaim asuransi cair pun bisa bervariasi tergantung kelengkapan dokumen yang disyaratkan, serta kebijakan klaim yang ditetapkan oleh masing-masing perusahaan asuransi. Contohnya untuk nasabah PFI Megalife yang hanya butuh menunggu selama 1 bulan untuk mendapatkan uang pertanggungan.

Artikel lainya: pilihan cara investasi emas untuk pemula

Nah, bagaimana mudah bukan melakukan klaim asuransi rawat inap ini? Proses klaim asuransi untuk jenis asuransi rawat inap ini kenyataannya tidaklah sulit, asalkan dokumen yang dibutuhkan lengkap. Masa tunggunya pun tidak terlalu lama, tergantung masing-masing perusahaan asuransi. Dengan informasi ini semoga bisa mengedukasi Anda tentang prosedur klaim asuransi yang benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.